Kamis, 29 Agustus 2013

Makalah Bespractice

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Yang merupakan titik tolak dari sisi proses pembelajaran siswa melalui minat siswa dan ketertarikan siswa dalam mempelajari sesuatu itu berpulang pada metode yang di gunakan guru dalam proses pembelaran atau belajar mengajar yang biasanya di lakukan oleh setiap guru di kelas dimana guru itu mengajar.
Dari prospek pembelajaran yang ada dan terjadi di sekolah biasanya berawal dari kebiasaan siswa yang telah di ambil menjadi budaya entah itu datang dari keluarga dimana ia datang atau dampat dri KDRT atau kebiasaan yang telah membudaya sejak siswa/I tersebut berada di jenjang yang paling dasar.
Dari uraian masalah di atas maka perlu adanya pengkajian guru Bidang studi Bahasa Inggris dalam mengolah materi mengajarnya berdasarkan Kurikulum satuan pendidikan yang di sederhanakan kedalam target tingkat pemahaman belajar siswa di lingkungan siswa dengan merangsang siswa agar mau mempelajari Bahasa yang bukan ia punya dan bahasa yang menurutnya asing dan membingungkan tersebut dengan penerapan materi yang mengena dan efektif.

1.2. Pengertian Judul dan Rumusan Masalah
Agar tidak menimbulkan kekeliruan serta memudahkan untuk mengikuti uraian karya tulis ini, maka penulis memandang perlu untuk menjelaskan dan membatasi pengertian yang terkandung dalam karya tulis ini sebagai berikut:
-       METODE, merupakan teknik yang di gunakan dalam penyampaian materi dengan target sasaran yang khusus.

-       PEMBELAJARAN, merupakan proses kompleks yang  membantu siswa / seseorang untuk belajar dimana akan terjadi interaksi atara siswa dengan Guru atau sesama siswa

-       BAHASA INGGRIS, Merupakan alat yang di pakai di seluruh Dunia guna berinteraksi dengan sesama di belahan Bumi lainnya dan merupakan Bahasa Internasional.

-       PADA, merupakan kata yang di gunakan untuk mengubungkan Posisi atar dua anak kalimat yang di satukan.

-       SMK N 1, merupakan jenjang pendidikan Kejuruan yang berstatus Negeri

-       SUPIORI,  merupakan Nama wilayah kabupaten kota dimana sekolah tersebut berada.

Maka dengan demikian pengertian karya tulis “ METODE PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SMK N 1 SUPIORI ” menjelaskan tentang letak lekuk proses belajar siswa yang di kaji oleh pengajar guna materi yang di salurkan dengan metode yang tepat guna maka daya serap siswa mampu mencerna apa yang di sampaikan oleh guru bidang dilat yang ada.

1.3. Pemecahan Masalah  
-      Menggunakan analisis SWOT sebagai dasar bertindak
Menurut Suharsimi Arikunto, penelitian tindakan kelas (PTK) harus di mulai dengan mengguanakan analisis SWOT, yaitu Strength (kekuatan), weaknesses (kelemahan), Opportunity (kesempatan), Threat (ancaman) keempat unsur tersebut hendaknya di gunakan dalam analisis terhadap guru yang melakukan tindakan maupun siswa yang di kenai tindakan (Suharsimi Arikunto, 2006: 7). Dengan demikian, PTK hanya bisa berjalan jika terdapat kesesuaian antara guru guru dan siswa. Aratinya, inisiatif untuk memperbaiki pembelajaran tidak akan berjalan jika siswa tidak mampu  mempraktekanya. Sebaliknya inisiatif guru harus berangakat dari kemampuan siswa yang di hadapinya. Nah, untuk menemukan insiatif yang siap di uji cobakan inilah guru harus menggunakan analisis SWOT sebagai pijakan berpikir.
-       Dengan  dua unsur yang lain, yaitu opportunity (kesempatan) dan threat (ancaman) di gunakan untuk mengidentifikasi factor-faktor external yang tidak ada  dalam diri guru dan siswa. Artinya, sebelum guru melakukan tindakan atau uji coba, harus mempertimbangkan fator-faktor external yang dapat di manfaatkan dan menhindari ancaman yang dapat mengganggu jalanya perbaikan atau uji coba dalam penelitian. Hal ini berkaitan dengan prinsip pertama, yakni PTK harus berjalan secara alamiah dan tidak boleh menimbulkan resiko yang tidak di inginkan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Diskripsi Awal.
Sebelum penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan, maka peneliti mengadakan observasi dan pengumpulan data dari kondisi awal kelas yang akan diberi tindakan, yaitu kelas X SMK N 1 Supiori, tahun pelajaran 2012 – 2013 .
Pengetahuan awal ini perlu diketahui agar penelitian ini sesuai dengan apa yang diharapkan oleh peneliti, apakah benar kelas ini perlu diberi tindakan yang sesuai dengan apa yang akan diteliti oleh peneliti yaitu penerapan pembelajaran kontekstual dengan strategi pembelajaran.
Untuk mengungkap kondisi awal dari kelas yang menjadi objek tindakan kelas ini maka peneliti melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1     Perencanaan.
2     Pelaksanaan. Test


 

3     Hasil Pengamatan.
Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti didapatkan bahwa pada pengajaran yang dilakukan, masih menggunakan cara pengajaran yang tradisional yaitu guru sebagai pusat pembelajaran dan pengajaran menggunakan metode ceramah. Pada pembelajaran berlangsung terlihat siswa asyik kurang memperhatikan. Justru masih terlihat anak – anak yang bermain – main dengan temannya tanpa memperdulikan apa yang disampaikan oleh guru pengajar.
            4. Faktor pendukung

                        Berdasarkan observasi yang di lakukan dan penelitian bahwa yang mendukung siswa dalam proses belajar adalah karena siswa tersebut kebanyakan di asramakan dan selalu ada bersama dengan guru yang tinggal di lingkungan sekolah hal ini sebenarnya sangat mendukung proses pembelajaran.
            5. Alternatif Pengembangan
                        Pengembangan yang tepat dan berdaya guna berdasarkan KTSP maka perlu adanya guru Bidang studi Bahasa Inggris setidaknya mengambil materinya dan mengelolahnya secara tepat sasaran yakni mengenah dengan budaya dan lingkungan dimana siswa itu berada sehingga bisa sebih mudah di serap oleh siswa.


















BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan.
Dari penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan pada siswa kelas X SMK N 1 Supiori ini , maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.    Dengan adanya pendekatan kontekstual dalam pembelajaran akan dapat meningkatkan penguasaan Bahasa Inggris dari siswa yang bersangkutan.
2.    Strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi yang efektif untuk menyampaikan Konsep Bahasa Inggris.
3.    Pembelajaran dalam kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan penguasaan  Bahasa Inggris dari siswa, selain itu dengan kelompok kecil ini kerjasama diantara siswa dapat tercipta dengan lebih baik.
4.    Penggunaan lembar kerja dengan menyelesaiakan dengan proses menemukan pemahaman konsep yang menghubungkan kehidupan sehari-hari mampu membawa siswa meningkatkan pemahaman  dalam belajar merupakan langkah yang efektif bagi siswa karena siswa dapat bersosialisi dan saling tukar informasi dan ide atau langkah – langkah kerja untuk menyelesaikan suatu masalah dengan teman sebayanya, bukan asal menerima materi dari guru saja.

5.2 Saran.
Setelah mengadakan penelitian tindakan kelas pada siswa ini maka disarankan pada :
1. Guru dalam mengajar perlu memperhatikan paradigma- paradigma baru sehingga dalam mengajar tidak monoton atau menstransver ilmu begitu saja.
2. Guru perlu merancang pembelajaran dengan sebaik-baiknya dengan menggunkan strategi yang tepat sesuai dengan kondisi dan situasi siswa yang akan diberi pelajaran.
3. Guru dalam mengajar perlu menjadikan siswa sebagai jiwa dengan potensi yang lebih, sehingga guru cukup sebagai fasilitator agar siswa dapat mengembangkan kemampuannya sendiri dengan sebaik-baiknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar